Gadis Manis
Gadis Manis
Awan Tetap Membentang
Gadis Manis
Nasib Masih Menantang
Gadis Manis
Bintang Tetap Benderang
Diam Sejenak, Jangan Pesimis
Diam Sejenak, Bumi Kering Kerontang
Gadis Manis
Mungkin Akang Takan Pulang
Kalau Jasad Ku Terkambang
Tolonglah Sedikit Dinda Kenang
BY : Maulana (BLF)
Senin, 11 Juli 2011
Sabtu, 09 Juli 2011
Apa…???
Apa…???
Mau…??? Jadi…??? Apa…???
Bukan Mau Merasa…???
Hidup mu jadi tak tepat guna…???
Bukan Soal siapa Dan Dimana…???
Tetap jiwa terjerumus Lubang Derita
Derita…???, atau ironi belaka
Tanya, menanyakan, bertanya
Pada Siapa …???, pada Siapa Ku bertanya…???
Pada Mimpi dawai Harpa…???
Pada langit pilar dunia…???
Tetap Pada ku Saja …???
Tetap Siapa…???
Maulana (BLF)
Cirebon 9 juli 2011
Mau…??? Jadi…??? Apa…???
Bukan Mau Merasa…???
Hidup mu jadi tak tepat guna…???
Bukan Soal siapa Dan Dimana…???
Tetap jiwa terjerumus Lubang Derita
Derita…???, atau ironi belaka
Tanya, menanyakan, bertanya
Pada Siapa …???, pada Siapa Ku bertanya…???
Pada Mimpi dawai Harpa…???
Pada langit pilar dunia…???
Tetap Pada ku Saja …???
Tetap Siapa…???
Maulana (BLF)
Cirebon 9 juli 2011
Tak ada
Tak ada
Tak Ada Hitam Yang Lekam
Tak Ada Putih Yang Bersih
Tak Ada Setitik Memori terekam
Tak Ada Symphony Tak Pedih
Pedih, Perih, sakit
Jutaan jarak Jadi Rumit
Panjang kaki Kini Sebatas Tumit
Sedangkan Impian Bisa Sejengkal langit
Embun dari Tetesan Api Kian Berkelit
Mengapa Jadi Sulit, Mengapa Jadi Sakit
Tak Ada, Tetap Tiada, Atau Adanya
Karna Aku Bukan Tiada, walau tak berada
Ambil Selaras Pena
Tarik Secawan Tinta
Tulis Tanpa Rasa Murka
Tiada Rasa, Tetap Tak Ada
Maulana (BLF)
Cirebon 9 Juli 2011
Tak Ada Hitam Yang Lekam
Tak Ada Putih Yang Bersih
Tak Ada Setitik Memori terekam
Tak Ada Symphony Tak Pedih
Pedih, Perih, sakit
Jutaan jarak Jadi Rumit
Panjang kaki Kini Sebatas Tumit
Sedangkan Impian Bisa Sejengkal langit
Embun dari Tetesan Api Kian Berkelit
Mengapa Jadi Sulit, Mengapa Jadi Sakit
Tak Ada, Tetap Tiada, Atau Adanya
Karna Aku Bukan Tiada, walau tak berada
Ambil Selaras Pena
Tarik Secawan Tinta
Tulis Tanpa Rasa Murka
Tiada Rasa, Tetap Tak Ada
Maulana (BLF)
Cirebon 9 Juli 2011
Pedang Karat
Pedang Karat
Sepenggal Riuh Tinggal Pekat
Setetes Darah Kian Memucat
Pedang kini tinggal karat
Apalagi Tinta dan gumpalan hasrat
Rahmat, jadi penolong Dalam Rima
Rima, Jadi Laras Tuntun Pelor jadi Pena
Pena Dan Tinta, jatuh Tercurah, jadi senjata
Raja jatuh Karna setetes tinta dan selaras pena
Bidik..!!!, tembak…!!!
Raja mati karna Segelas Arak
Burak santak*
Kami Tulis Takdir Yang Menggeretak
Maulana (BLF)
Cirebon 9 Juli 2011
Ket*
Burak Santak = hancur Lebur
Langganan:
Postingan (Atom)